Lemaitrejuga dianggap orang pertama yang mencetuskan teori bahwa alam semesta terus mengembang. Teori ini menjelaskan bahwa alam semesta berasal dari sesuatu yang super padat dan panas yang kemudian meledak dan mengembang sekitar 13,75 miliar tahun yang lalu hingga menjadi alam semesta seperti sekarang ini.
Salahsatu teori yang menjelaskan proses terjadinya jagat raya adalah teori "Big Bang". Menurut teori ini, jagat raya terbentuk dari ledakan dahsyat yang terjadi kira-kira 13.700 juta tahun yang lalu. Akibat ledakan tersebut materi-materi dengan jumlah sangat banyak terlontar ke segala penjuru alam semesta. Materi-materi tersebut akhirnya membentuk bintang, planet, debu kos mis, as-teroid
TeoriSemesta Quatum diciptakan oleh William Lane Craig pada tahun 1996. Dalam teori kuantum dijelaskan bahawa, pada dasarnya tidak ada ruang hampa, yang ada hanya partikel subatom. Teori kuantum semesta ini didasarkan pada gagasan bahwa semua peristiwa yang mungkin memiliki kemungkinan terjadi, tidak peduli seberapa fantastis peristiwa itu.
Vay Tiá»n Nhanh. Bumi merupakan planet tempat tinggal kita sebagai manusia serta berbagai makhluk hidup lainnya. Dalam Tata Surya, Bumi adalah planet ketiga dari Matahari setelah Merkurius dan Venus. Hingga saat ini, belum ditemukan planet lain yang memiliki tanda-tanda makhluk hidup di dalamnya selain Bumi. Tapi, pernahkah kalian berpikir tentang teori pembentukan Bumi? Seperti alam semesta, tentunya Tata Surya dan Bumi memiliki awal mula pembentukannya. Karena hal tersebut tidak dapat diamati atau diuji lewat eksperimen, para ilmuwan mengemukakan teori mengenai pembentukan Bumi. Saat ini, terdapat sebanyak 5 teori pembentukan Bumi yang umum dikenal. Apa saja? Teori Pasang Surut Gas Teori pasang surut gas pertama kali dikenalkan oleh James Jeans dan Harold Jeffreys tahun 1918. Menurut mereka, sebuah bintang besar mendekati Matahari dalam jarak dekat dan menyebabkan terjadinya pasang surut pada tubuh Matahari yang saat itu masih berupa gas. Saat bintang tersebut mendekat, akan terbentuk gelombang raksasa pada tubuh Matahari yang disebabkan oleh gaya tarik bintang. Gelombang tersebut mencapai ketinggian yang luar biasa dan menjauh dari inti Matahari menuju bintang tersebut. Gelombang yang membentuk lidah pijar akan mengalami perapatan gas hingga terpecah menjadi planet-planet. Teori Ledakan Besar Teori ledakan besar atau big bang mungkin menjadi salah satu yang paling terkenal. Teori ini menyebutkan bahwa Bumi terbentuk selama puluhan miliar tahun. Mulanya, terdapat gumpalan kabut raksasa yang berputar pada porosnya. Putaran tersebut menyebabkan bagian-bagian kecil dan ringan dari kabut terlempar ke luar dan berkumpul membentuk cakram raksasa. Di satu waktu, gumpalan kabut raksasa itu meledak membentuk galaksi dan nebula-nebula. Selama kurang-lebih 4,6 miliar tahun, nebula-nebula tersebut membeku dan membentuk Galaksi Bima Sakti yang di dalamnya terdapat Tata Surya. Bagian ringan yang terlempar keluar di awal mengalami kondensasi hingga membentuk gumpalan yang mendingin dan memadat menjadi planet-planet, termasuk Bumi. Teori Kabut Nebula Teori pembentukan Bumi yang selanjutnya dinamakan dengan teori kabut nebula. Teori ini dikemukakan oleh Immanuel Kant di tahun 1755 yang kemudian disempurnakan oleh Piere de Laplace di tahun 1796. Karena itu, teori ini juga sering dikenal sebagai teori kabut Kant-Laplace. Baca juga Siap-Siap, Asteroid Bakal Sambangi Bumi Bulan Puasa Ini Teori ini menyebutkan bahwa di alam semesta terdapat gas yang berkumpul menjadi kabut nebula. Gaya tarik-menarik antargas membentuk kumpulan kabut yang sangat besar dan berputar semakin cepat. Proses perputaran ini mengakibatkan materi kabit di bagian khatulistiwa terlempar dan berpisah, kemudian memadat karena pendinginan. Teori Planetesimal Di awal abad ke-20, seorang ahli astronomi Amerika Forest Ray Moulton beserta ahli geologi Thomas C. Chamberlain mengemukakan teori planetesimal. Teori ini menyebutkan bahwa Matahari tersusun dari gas yang bermassa besar. Pada satu titik, bintang lain yang berukuran hampir sama melintas dekat dengan Matahari sehingga hampir menjadi tabrakan. Akibatnya, gas dan materi ringan di bagian tepi Matahari dan bintang tersebut menjadi tertarik. Materi yang terlempar mulai menyusut dan membentuk gumpalan-gumpalan yang dinamakan dengan planetesimal. Planetesimal tersebut mendingin dan memadat hingga akhirnya menjadi planet-planet yang mengelilingi Matahari. Teori Bintang Kembar Teori pembentukan Bumi yang terakhir dikenal dengan sebutan teori bintang kembar. Teori ini dicetuskan oleh ahli astronomi Raymond Arthur Lyttleton. Menurutnya, galaksi merupakan kombinasi dari bintang kembar. Salah satu bintang tersebut meledak dan menyebabkan banyak material yang terlempar. Karena bintang yang tidak meledak memiliki gaya gravitasi yang kuat, sebaran pecahan ledakan bintang lainnya mengelilingi bintang tersebut. Bintang yang tidak meledak kemudian dikenal dengan Matahari, sementara pecahan-pecahannya adalah planet yang mengelilinginya. Please follow and like us Kelas Pintar adalah salah satu partner Kemendikbud yang menyediakan sistem pendukung edukasi di era digital yang menggunakan teknologi terkini untuk membantu murid dan guru dalam menciptakan praktik belajar mengajar terbaik. Related TopicsBumiGeografiKelas 10teori bintang kembarteori kabut nebulateori ledakan besarteori pasang surut gasteori pembentukan bumiteori planetesimal You May Also Like
Teori Terbentuknya Alam Semesta â Sudah banyak ilmuwan yang memperdebatkan tentang kehadiran alam semesta. Kehadiran alam semesta yang dimaksud seperti dari mana alam semesta itu ada, kapan alam semesta ada, bagaimana alam semesta tercipta, dan lain-lain. Para ilmuwan berdebat dengan cara menyampaikan gagasannya. Salah satu gagasan yang diungkapkan pada abad ke-20 adalah gagasan ledakan dahsyat. Gagasan ledakan dahsyat mengungkapkan bahwa alam semesta memiliki ukuran yang tidak terbatas dan alam semesta ada karena terjadinya ledakan dahsyat. Namun, bagi para ilmuwan yang berlatar belakang materialis tidak setuju dengan adanya Sang Pencipta dan masih yakin bahwa alam semesta itu terdiri dari sekumpulan zat yang konstan, stabil, dan tidak berubah. Para ilmuwan yang berlatar belakang materialistis ini beranggapan bahwa zat adalah suatu makhluk yang benar-benar ada dan menolak segala keberadaan makhluk-makhluk lain, kecuali zat. Berdasarkan pada gagasan yang menyatakan bahwa alam semesta mempunyai suatu awal atau bukan dari sesuatu yang tidak ada. Dengan kata lain, yakin bahwa alam semesta itu ada karena diciptakan dan melalui proses penciptaan. Karena keyakinan itu maka secara tidak langsung percaya akan adanya Sang Pencipta. Secara sederhana konsep âada dari ketiadaanâ merupakan sesuatu yang tidak bisa dimengerti oleh manusia atau secara sederhana dapat diartikan seperti manusia tidak dapat memahami sesuatu hal karena belum berkesempatan untuk memahaminya. Hadirnya alam semesta dari ketiadaan merupakan salah satu bukti terbesar diciptakannya alam semesta. Dengan hal ini, akan membantu manusia mengerti dan memahami makna dari kehidupan. Meluasnya Alam SemestaTeori-teori Pembentukan Alam1. Teori Dentuman Besar Big Bang Theory2. Teori Keadaan Tetap Steady State Theory3. Teori Mengembang dan Memampat The Oscillating Theory4. Teori Alam Semesta Kuantum5. Teori BerayunMengenal Galaksi1. Galaksi Bima Sakti2. Galaksi Ursa Mayor3. Galaksi Andromeda4. Galaksi Black EyeBentuk Galaksi1. Galaksi Dengan Bentuk Elips2. Galaksi Dengan Bentuk Spiral3. Galaksi Dengan Bentuk Tidak BeraturanKesimpulanKategori Ilmu Berkaitan GeografiMateri Geografi Meluasnya Alam Semesta Edwin Hubble adalah seorang astronom berkebangsaan Amerika. Ia telah menemukan penemuan bersejarah di bidang astronomi. Penemuan itu diungkapkan pada tahun 1929. Penemuan yang dilakukan Hubble terjadi ketika ia sedang melihat ujung spektrum dari cahaya bintang-bintang berubah menjadi merah dengan teleskop raksasa. Karena perubahan warna pada ujung bintang-bintang maka ia yakin bahwa bintang-bintang itu menjauh dari bumi. Jauh sebelum penemuan bintang-bintang menjauh dari bumi, Hubble sudah menemukan penemuan lain yaitu galaksi dan bintang saling menjauh bukan hanya dari bumi saja. Dari penemuan galaksi dan bintang yang saling menjauh dan bintang-bintang bergerak menjauh dari bumi dapat disimpulkan bahwa secara tetap alam semesta bertambah luas. Perumpamaan yang sesuai agar penemuan ini lebih mudah untuk dipahami adalah alam semesta diibaratkan seperti permukaan balon yang meledak. Kemudian, setiap bagian yang ada di permukaan balon saling berpisah yang diakibatkan karena terjadinya penggelembungan. Perumpamaan ini berlaku untuk alam semesta yang semakin luas sehingga semua objek di ruang angkasa saling terpisah. Bertambah atau berkembangnya luas alam semesta membuktikan bahwa dalam hal waktu, alam semesta dapat bergerak mundur. Karena terbuktinya alam semesta bisa bergerak mundur maka dapat diartikan juga bahwa alam semesta berasal dari âtitik tunggalâ. Dari perhitungan yang sudah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa âtitik tunggalâ merupakan semua zat atau materi yang ada di alam semesta dan memiliki volume nol dan kerapatan yang tidak terbatas. Ledakan dahsyat terjadi karena adanya ledakan yang berasal dari ledakan âtitik tunggalâ dengan volume nol. Hasil dari ledakan inilah yang menyebabkan alam semesta terbentuk. Satuan teoretis yang dipakai untuk tujuan pemaparan adalah volume nol. Dalam ilmu pengetahuan ada yang namanya konsep ketiadaan. Konsep ketiadaan merupakan konsep yang hanya menyatakan suatu titik yang bervolume nol. Karena adanya konsep ini maka dapat dikatakan bahwa alam semesta lahir dari konsep ketiadaan. Secara singkat alam semesta itu diciptakan. Meluasnya alam semesta menjadi bukti bahwa alam semesta itu diciptakan dari konsep ketiadaan. Namun, baru pada abad ke-20 alam ada teori ilmu pengetahuan yang menyatakan bahwa alam semesta itu berkembang atau bertambah luas. Di ruang angkasa terdapat berbagai benda-benda seperti matahari, planet di tata surya, asteroid, dan masih banyak lagi yang dijelaskan pada Ensiklopedia Mini Alam Semesta. Teori-teori Pembentukan Alam Setelah berbagai penelitian telah dilakukan oleh para ahli yang bertujuan untuk mengetahui pembentukan alam semesta maka penelitian itu menghasilkan sebuah teori. Para ahli ini juga sudah menyampaikan pendapatnya dengan teori-teori pembentukan alam semesta. Ada berbagai macam teori pembentukan alam semesta. Berikut beberapa teori pembentukan alam semesta. 1. Teori Dentuman Besar Big Bang Theory Ahli yang pertama kali mencetuskan atau menemukan teori ini adalah Alexandra Friedman pada tahun 1922. Ia merupakan ahli fisika yang berasal dari Rusia. Isi dari teori yang diungkapkan adalah struktur alam semesta selalu berubah dinamis. Berdasarkan teori dentuman besar Teori Big Bang, alam semesta terdiri dari massa yang sangat besar dan massa jenis yang sangat besar juga. Kemudian, adanya reaksi inti mengakibatkan massa tersebut meledak dan mengembang sangat cepat hingga menjauhi pusat ledakan. Ledakan dahsyat itu terjadi sekitar 13,7 miliar tahun yang lalu. Teori ini dapat Grameds pelajari pada buku Big Bang Theory, The Teori Terbentuknya Alam Sutra Dalam perkembangannya, teori ini dikembangkan oleh astronom dari Amerika Serikat yaitu Edwin Hubble. Menurut Hubble, pada awalnya bintang-bintang itu berkumpul di satu titik massa yang dikenal dengan volume nol. Namun, pada suatu waktu volume nol itu meledak dan mengembang. Setelah terjadi ledakan dahsyat di volume nol maka semua galaksi dan bintang-bintang mengalami pergeseran cahaya bintang-bintang yang mendekati spektrum merah. Dengan kata lain, pergeseran yang terjadi akibat ledakan dahsyat mengakibatkan bintang-bintang menjauhi bumi dan perlahan-lahan saling menjauh satu sama lain. Namun, teori mendapatkan menerima penolakan dari salah satu ahli yaitu Sir Fred Hoyle. Penolakan terhadap teori ini terjadi pada pertengahan abad ke-20 saat Hoyle mencetuskan teori keadaan tetap. Hoyle melalui teori keadaan tetap menyatakan bahwa ukuran alam semesta tidak terbatas dan alam semesta tidak memiliki batas waktu atau akan ada sepanjang masa. Karena perbedaan gagasan inilah yang menyebabkan teori ledakan atau dentuman dahsyat mendapatkan penolakan dari Sir Fred Hoyle. 2. Teori Keadaan Tetap Steady State Theory Fred Hoyle, Thomas Gold, dan Hermann Bondi adalah tiga orang ahli autofisika yang menemukan teori keadaan tetap. Ketiga orang itu berasal dari Inggris dan ditemukan pada tahun 1948. Berdasarkan teori keadaan tetap, alam semesta tidak mempunyai awal dan alam semesta tidak akan berakhir atau akan ada sepanjang masa. Jika teori dentuman besar menyatakan bahwa alam semesta itu bergerak atau selalu berubah dinamis. Lain halnya dengan teori keadaan tetap menyatakan bahwa alam semesta itu bersifat tetap atau tidak berubah statis. Ketika alam semesta mengembang maka akan ada materi-materi baru yang muncul. Materi-materi akan muncul dalam jumlah yang sesuai agar alam semesta dalam keadaan stabil. Setelah materi-materi baru itu muncul maka galaksi-galaksi baru akan terbentuk dan alam semesta seperti tidak ada perubahan. Teori keadaan tetap sangat terkenal pada awal abad ke-20. Namun, teori ini mendapatkan penolakan dari beberapa ahli kosmolog hingga para ilmuwan lainnya. Penolakan ini terjadi karena adanya sebuah kebenaran yang berhubungan dengan teori ledakan atau dentuman dahsyat teori Big Bang dan alam semesta memiliki batasan usia. Bukan hanya kedua hal itu yang menyebabkan teori ini mendapatkan penolakan, satu hal ini juga menyebabkan teori ini mendapatkan penolakan yaitu adanya radiasi gelombang mikro kosmis yang sudah diperkirakan oleh model yang bermula dari teori Big Bang. 3. Teori Mengembang dan Memampat The Oscillating Theory Teori mengembang dan mengambang dirancang oleh Fred Hoyle. Ia berasal dari Inggris dan merupakan orang yang ahli dalam bidang astrofisika. Dalam teori ini, kita harus memahami bahwa galaksi-galaksi baru akan selalu muncul dan terbentuk untuk menggantikan galaksi-galaksi yang sudah tidak ada. Isi dari teori mengembang dan memampat adalah dada suatu siklus yang terjadi di alam semesta. Setiap satu siklus akan mengalami massa ekspansi mengembang dan satu massa kontraksi memampat. Setiap satu siklus membutuhkan waktu yang cukup lama yaitu sekitar 30 miliar tahun. Dalam teori ini, ekspansi tersebut terjadi karena adanya reaksi inti hidrogen yang pada akhirnya akan membangun unsur-unsur lain yang lebih kompleks. Cara kerja teori mengembang dan memampat adalah ketika proses ekspansi berjalan maka galaksi-galaksi dan bintang-bintang akan terbentuk. Setelah mengalami ekspansi, kemudian galaksi-galaksi dan bintang-bintang itu akan memampat yang dibarengi keluarnya cahaya panas yang sangat tinggi. 4. Teori Alam Semesta Kuantum Pada tahun 1966 teori alam semesta kuantum diciptakan oleh William Lane Craig. Dalam teori ini, alam semesta dinyatakan sudah ada dari awal dan akan terus ada sepanjang masa. Teori ini juga menyatakan bahwa alam semesta tidak memiliki ruang hampa. Dengan kata lain, di dalam alam semesta hanya ada partikel-partikel subatomik. 5. Teori Berayun Kelanjutan dari teori dentuman atau ledakan besar adalah teori berayun. Para ahli mengemukakan bahwa gerak galaksi dan bintang yang saling menjauh. Setelah menjauh, galaksi dan bintang itu akan menunjukkan gerakan yang semakin melambat dan berhenti hingga mengkerut akibat gaya gravitasi. Setelah melambat hingga mengkerut yang akan terjadi selanjutnya adalah materi-materi itu akan memadat dan meledak. Semua proses yang terjadi tidak menyebabkan materi-materi rusak atau tercipta, tetapi materi-materi itu hanya berubah tatanan. Menurut teori ini, proses perlambatan yang terjadi memunculkan sebuah hipotesis yang menyatakan bahwa alam semesta ini tidak bertepi dan tidak ada batasannya. Mengenal Galaksi Kumpulan bintang yang membangun suatu sistem atau tatanan bintang disebut dengan galaksi. Bintang, meteor, planet, dan benda langit lainnya yang tersusn secara berkelompok merupakan bagian dari galaksi. Galaksi tersusun oleh beberapa benda langit, dan benda langit yang paling banyak menyusun galaksi adalah bintang. Dalam ruang angkasa galaksi dibagi menjadi beberapa jenis yaitu. Galaksi Bima Sakti, Galaksi Ursa Mayor, Galaksi Andromeda, dan Galaksi Black Eye. 1. Galaksi Bima Sakti Dalam bahasa Inggris Galaksi Bima Sakti disebut dengan Milky Way. Istilah ini diambil dari bahasa Yunani âgalaxiasâ dan bahasa Latin âvia lacteaâ yang artinya adalah susu. Rumah bagi tata surya adalah galaksi Bima Sakti karena di dalam galaksi Bima Sakti terdapat matahari dan planet bumi. Bentuk dari galaksi ini ialah spiral dengan diameter sekitar tahun cahaya. Tetangga terdekat dari galaksi ini memiliki jarak tahun cahaya yang berada di belahan langit selatan dan nama galaksi itu yaitu galaksi Magellan. 2. Galaksi Ursa Mayor Jarak galaksi Ursa Mayor dengan galaksi Bima Sakti sekitar tahun cahaya. Galaksi ini berbentuk elips elips dan memiliki ruang yang besar. Posisi atau letak dari galaksi ini berada di langit belahan utara dan galaksi ini sangat bermanfaat bagi nelayan karena bisa memberikan patokan pada kapal saat berlayar di malam hari. Bintang Dubhe merupakan bintang yang paling terang di galaksi Ursa Mayor. 3. Galaksi Andromeda Galaksi Andromeda mempunyai nama lain yaitu Messier 31, M31, atau NGC 224. Saat malam hari cerah, galaksi ini bisa dilihat dengan mata telanjang atau tanpa alat bantu untuk melihatnya. Jika dilihat maka galaksi akan tampak seperti kabut tipis di langit utara. Bentuk dari galaksi ini adalah spiral. Galaksi ini memiliki isi sekitar 1 triliun bintang yang bergerak mendekati galaksi Bima Sakti dengan kecepatan 300 km/detik. 4. Galaksi Black Eye Sebutan atau nama lain dari galaksi Black Eye yaitu putri tidur. Bagi beberapa astronot, galaksi ini bisa dilihat menggunakan teleskop dengan ukuran kecil. Ada saluran spektakuler berwarna gelap di dalam galaksi Black Eye. Saluran itu dapat menghisap debu dari depan inti galaksi. Pelajari informasi menarik mengenai galaksi dan bintang beserta faktanya melalui buku 100 Fakta-Bintang & Galaksi yang dilengkapi pula dengan gambaran yang dimilikinya. Bentuk Galaksi Ada dua kategori besar dalam teori pembentukan galaksi yaitu âtop downâ dan âbottom upâ. Teori âtop downâ adalah teori pembentukan galaksi yang berasal dari benda langit yang memiliki unsur protogalaxy partikel benda langit, kemudian benda langit itu berkelompok dan membentuk galaksi. Sedangkan teori âbottom upâ adalah pembentukan galaksi yang terjadi karena sejumlah bintang saling berdekatan dan menggabungkan diri menjadi satu. Pada umumnya, bentuk galaksi yang ada di ruang angkasa dibagi menjadi tiga jenis, yaitu elips, spiral, dan tidak beraturan. 1. Galaksi Dengan Bentuk Elips Bentuk dari galaksi elips seperti bundar sampai bola pepat. Sedangkan struktur galaksi jenis elips jika dilihat bentuknya tidak begitu jelas. Hal yang terkandung di dalam galaksi jenis elips adalah materi antar bintang dan anggotanya terdiri dari bintang âbintang tua. Contoh galaksi jenis elips yaitu galaksi M87 galaksi raksasa di rasi Virgo dan galaksi Messiers 5. 2. Galaksi Dengan Bentuk Spiral Galaksi dengan bentuk spiral adalah jenis galaksi yang paling sering didengar oleh banyak orang. Keindahan yang ada pada galaksi jenis ini sangatlah luar biasa. Galaksi tipe spiral mempunyai beberapa bagian yaitu halo bagian lengan galaksi dan bulge bagian pusat galaksi yang menonjol. Anggota yang dimiliki dari galaksi spiral hanyalah bintang-bintang muda dan tua. Contoh dari galaksi bentuk spiral yaitu 3. Galaksi Dengan Bentuk Tidak Beraturan Galaksi dengan bentuk tidak beraturan memiliki banyak materi antarbintang yang terdiri dari gas dan debu. Anggota dari galaksi dengan bentuk tidak beraturan sama seperti galaksi spiral yang anggotanya berupa bintang-bintang tua dan muda. Contoh galaksi tidak beraturan yaitu Awan Magellan Besar Dan Awan Magellan Kecil. Buku Terkait 1. Ensiklopedia Saintis Junior Sains 2. Al Quran Dan Sains Kesimpulan Ada banyak teori yang menjelaskan tentang pembentukan alam semesta. Namun teori pembentukan alam semesta yang sering muncul ada lima yaitu teori dentuman besar Big Bang Theory, teori keadaan tetap Steady State Theory, teori mengembang dan memampat The Oscillating Theory, teori alam semesta kuantum, dan teori berayun. Di ruang angkasa ada empat jenis galaksi yaitu galaksi Bima Sakti, galaksi Ursa Mayor, galaksi Andromeda, dan galaksi Black Eye. Sedangkan bentuk galaksi dibagi menjadi tiga yaitu bentuk spiral, bentuk elips, dan bentuk tidak beraturan. Baca juga artikel seputar âTeori Terbentuknya Alam Semestaâ Pemanasan Global Hujan Meteor Urutan Planet Tata Surya Teori Pembentukan Bumi Sistem Tata Surya Prinsip Ilmu Geografi Pengertian Geografi Buku Terkait Buku Geografi Kelas 10 Buku Geografi Kelas 11 Buku Geografi Kelas 12 ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah." Custom log Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda Tersedia dalam platform Android dan IOS Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis Laporan statistik lengkap Aplikasi aman, praktis, dan efisien
ï»ż- Para astronom meneliti berbagai teori tentang penciptaan alam semesta. Meski ada beberapa pemikiran, namun salah satu teori yang terkenal adalah Teori Big Bang atau ledakan Space, teori Big Bang adalah penjelasan utama tentang bagaimana alam semesta dimulai. Baca juga NASA Bangun Teleskop Super Mahal untuk Selidiki Misteri Big Bang Apa itu teori Big Bang? Teori Big Bang mengatakan bahwa alam semesta ini dimulai dari satu titik tunggal yang sangat panas dan padat kemudian mengembang hingga membentang jauh. Alam semesta setelah meledak itu mengembang dengan kecepatan yang tak terbayangkan, tapi kemudian kecepatannya mengecil menjadi lebih terukur. Pengembangan itu telah berlangsung selama 13,8 miliar tahun. Bahkan sekarang juga masih mengembang. Melansir NASA, 17 Maret 2021, ide big bang ini muncul pada 1927 dari seorang astronom bernama Georges mengatakan bahwa dahulu kala, alam semesta dimulai hanya sebagai satu titik. Dia mengatakan alam semesta membentang dan meluas hingga menjadi sebesar sekarang, dan itu bisa terus meregang. Hanya dua tahun kemudian, seorang astronom bernama Edwin Hubble memperhatikan bahwa galaksi lain sedang menjauh dari galaksi tempat manusia tinggal, meski tidak semua. Galaksi terjauh bergerak lebih cepat daripada yang dekat dengan galaksi ini. Hal itu membuktikan apa yang dipikirkan Lemaitre. Jika hal-hal bergerak terpisah, itu berarti bahwa dulu, semuanya telah berdekatan. Ketika alam semesta dimulai, panasnya sekitar 5,5 miliar derajat celcius. Saat itu alam semesta hanya terdiri atas partikel kecil bercampur dengan cahaya dan energi. Tidak seperti yang dilihat sekarang. Baca juga 4 Teori Terbentuknya Alam Semesta
jelaskan proses terjadinya bumi menurut teori semesta quantum